Kapan Sebaiknya Tidak Mengotomatisasi Proses Bisnis
Dalam gelombang otomatisasi dan AI, jarang ada yang bertanya kapan sebaiknya berhenti. Pertanyaan itu menyelamatkan banyak proyek.
Otomatisasi memperbesar apa yang sudah ada
Proses yang rapi menjadi lebih cepat. Proses yang kacau menjadi kacau lebih cepat. Otomatisasi bukan perbaikan proses, melainkan pengganda.
Lima pertanyaan
- Apakah prosesnya stabil? Bila aturannya berubah tiap bulan, otomatisasi akan terus rusak.
- Apakah jarang terjadi? Pekerjaan yang dilakukan sebulan sekali sering lebih murah dikerjakan manual.
- Apakah butuh penilaian? Keputusan yang bergantung pada konteks dan hubungan sebaiknya tetap di tangan orang.
- Siapa yang akan memperbaikinya saat rusak? Otomatisasi tanpa pemilik menjadi hutang tersembunyi.
- Apakah ada yang bisa dihapus saja? Langkah yang tidak perlu lebih baik dihilangkan daripada diotomatisasi.
Contoh yang sering terjadi
Approval berlapis lima tingkat yang diotomatisasi, padahal tiga tingkat di antaranya hanya menekan tombol. Otomatisasi mempercepat rantai yang sebenarnya perlu dipangkas.
Apa yang tetap berharga dikerjakan orang
Percakapan dengan pelanggan, menangani pengecualian, dan menilai apakah proses itu sendiri masih masuk akal. Tujuan otomatisasi adalah memberi waktu untuk pekerjaan semacam ini.
Urutan yang kami pakai
Pahami proses, sederhanakan, baru otomatisasi. Alasannya dijelaskan di kenapa implementasi CRM gagal.
