ENID
Beranda / Artikel / Pengadaan dan Purchase Order
Artikel

Menata Pengadaan: Permintaan, Persetujuan dan Purchase Order yang Rapi

Tagihan yang datang tanpa ada yang mengaku memesan adalah gejala klasik pengadaan yang tidak tertata.

Tiga dokumen, satu alur

  1. Permintaan pembelian dari bagian yang membutuhkan, berisi apa, berapa, untuk apa dan kapan.
  2. Persetujuan sesuai nilai dan jenis pengeluaran.
  3. Purchase order resmi ke pemasok, yang menjadi acuan saat barang dan tagihan datang.

Bila salah satu dilewati, pencocokan di akhir selalu sulit.

Aturan persetujuan yang masuk akal

Batas nilai yang terlalu rendah membuat direksi menyetujui pembelian alat tulis. Terlalu tinggi menghilangkan kendali. Tetapkan dua atau tiga tingkat saja, lalu tinjau setelah tiga bulan berdasarkan data nyata: berapa permintaan per bulan dan berapa lama rata-rata persetujuan.

Pencocokan tiga arah

Cocokkan purchase order, bukti penerimaan barang, dan tagihan pemasok. Selisih harus terlihat sebelum pembayaran, bukan setelah. Alur ini yang mencegah pembayaran ganda dan pembelian di luar anggaran.

Data pemasok yang layak dipelihara

Nama resmi, kontak, syarat pembayaran, waktu pengiriman rata-rata dan riwayat harga. Riwayat harga saja sering cukup untuk menghemat lebih banyak daripada biaya sistemnya.

Hubungkan ke stok dan pembukuan

Purchase order yang terhubung ke Zoho Inventory memperbarui stok dalam perjalanan, dan tagihan yang masuk ke Zoho Books menghilangkan pengetikan ulang.

Mulai dari kategori yang paling bocor

Pilih satu kategori belanja dengan masalah terbanyak, benahi alurnya, lalu perluas. Lihat layanan otomatisasi.

Baca juga

Langkah berikutnya

Sudah waktunya sistem bisnis Anda bekerja lebih baik?

Ceritakan proses, sistem, atau masalah yang sedang Anda hadapi. Kami bantu tentukan apakah Zoho memang pendekatan yang tepat, dan apa langkah berikutnya. Diskusi awal tidak dipungut biaya dan tidak ada kewajiban lanjutan.

Bahasa Indonesia & English · Zona waktu WIB (GMT+7) · Zoho Authorized Partner