Backup Data Bisnis di Cloud: Apa yang Masih Menjadi Tanggung Jawab Anda
Banyak perusahaan mengira cloud berarti tidak perlu backup. Kenyataannya, penghapusan massal oleh pengguna adalah risiko yang paling sering terjadi.
Dua risiko yang berbeda
Kegagalan infrastruktur ditangani penyedia layanan, dengan pusat data berlapis dan cadangan internal. Kesalahan manusia dan konfigurasi, misalnya impor yang salah, penghapusan massal atau aturan otomatisasi yang keliru, tetap menjadi tanggung jawab Anda.
Tiga lapis yang masuk akal
- Ekspor berkala data utama ke penyimpanan yang Anda kendalikan.
- Cadangan sebelum perubahan besar, misalnya sebelum impor atau perubahan struktur.
- Dokumentasi konfigurasi: aturan otomatisasi, layout dan hak akses, agar bisa dibangun ulang bila perlu.
Lapis ketiga paling sering dilupakan, padahal membangun ulang konfigurasi sering lebih lama daripada memulihkan data.
Uji pemulihannya
Cadangan yang tidak pernah diuji adalah asumsi, bukan jaminan. Setahun sekali, coba pulihkan sebagian data ke lingkungan uji dan catat berapa lama waktunya. Angka itu yang sebenarnya menjawab pertanyaan direksi tentang kesiapan.
Siapa yang memegang kendali akun
Pastikan perusahaan, bukan individu atau vendor, yang memegang akun utama dan tagihannya. Ini bagian dari kelangsungan usaha yang sering baru disadari saat orangnya sudah pergi.
Kaitannya dengan perlindungan data
Rencana pemulihan dan penyimpanan cadangan juga menyangkut data pribadi. Terapkan pembatasan akses yang sama pada file cadangan. Lihat keamanan akun dan hak akses.
