Email Pemasaran B2B: Yang Masih Bekerja dan Yang Sudah Tidak
Email bukan saluran yang mati, tetapi email yang dikirim ke semua orang dengan isi yang sama memang sudah mati.
Mulai dari daftar, bukan dari isi
Daftar yang kecil dan relevan mengalahkan daftar besar yang dibeli. Pastikan setiap kontak tahu mengapa ia menerima email Anda, dan catat sumber serta persetujuannya di CRM. Prinsipnya sama dengan persetujuan pemasaran WhatsApp.
Segmentasi yang sederhana sudah cukup
Tiga sumbu biasanya memadai: industri, peran, dan tahap hubungan (belum kenal, sedang mempertimbangkan, sudah menjadi pelanggan). Isi yang sama dikirim ke tiga kelompok dengan pembuka berbeda sudah jauh lebih baik daripada satu kiriman seragam.
Urutan yang masuk akal
Untuk prospek baru: satu email yang menjawab pertanyaan nyata, satu contoh kasus, satu ajakan berbicara. Jangan lebih dari itu sebelum ada tanggapan. Kiriman yang terus berjalan tanpa respons merusak reputasi pengirim.
Angka yang perlu dilihat
Tingkat terkirim, tingkat dibuka, tingkat diklik, berhenti berlangganan, dan yang paling penting: percakapan yang benar-benar dimulai. Email yang dibuka banyak tetapi tidak menghasilkan percakapan hanya memberi rasa sibuk.
Hubungkan ke CRM
Email yang tidak tercatat di CRM membuat sales menghubungi orang yang baru saja menerima tiga kiriman. Satu riwayat per kontak mencegah hal itu. Lihat Zoho CRM.
Jangan otomatiskan bagian yang personal
Urutan otomatis cocok untuk edukasi awal. Percakapan penjualan sungguhan tetap ditulis orang. Lihat batas AI agent di penjualan.
