Tim Sales Lapangan: Membuat CRM Dipakai dari Jalan, Bukan dari Meja
Banyak perusahaan membeli CRM untuk tim lapangan, lalu heran mengapa datanya kosong. Masalahnya bukan disiplin, melainkan rancangan.
Mengapa sales lapangan tidak mengisi CRM
Mereka berpindah tempat sepanjang hari, memegang ponsel bukan laptop, dan formulirnya dirancang untuk orang yang duduk. Mengisi dua belas field setelah kunjungan sambil berdiri di parkiran tidak akan terjadi.
Rancang untuk ponsel, dalam tiga puluh detik
- Lima field maksimal untuk catatan kunjungan: pelanggan, hasil, minat, tindak lanjut berikutnya, tanggal.
- Pilihan, bukan ketikan. Dropdown dan tombol mengalahkan teks bebas.
- Isi otomatis tanggal, lokasi dan nama sales.
- Satu tombol untuk membuat tugas tindak lanjut.
Berikan sesuatu sebagai imbalan
Sales mengisi data bila data itu membantunya. Tampilkan di ponsel: pelanggan terdekat hari ini, siapa yang belum dihubungi 30 hari, riwayat pesanan terakhir, dan harga terbaru. Bila CRM hanya alat pengawasan, isinya akan seadanya.
Yang perlu dilihat manajer
Bukan berapa banyak catatan yang ditulis, melainkan: berapa kunjungan menghasilkan penawaran, berapa penawaran menjadi pesanan, dan pelanggan mana yang tidak dikunjungi terlalu lama. Lihat dashboard penjualan.
Masalah jaringan
Di luar kota, sinyal tidak selalu ada. Pastikan tim tahu apa yang terjadi pada data saat sinyal hilang, dan uji langsung di lapangan sebelum peluncuran.
Peluncuran yang berhasil
Mulai dengan satu wilayah dan satu bulan percobaan, perbaiki formulirnya berdasarkan keluhan nyata, baru perluas. Lihat kenapa implementasi CRM gagal.
