Uji Penerimaan Sebelum Go-Live: Cara Menguji yang Tidak Membuang Waktu
Pengujian yang dilakukan dengan menekan tombol sembarangan selalu lulus. Pengujian yang meniru hari kerja sungguhan selalu menemukan sesuatu.
Uji dengan skenario, bukan daftar fitur
Tulis lima sampai sepuluh skenario yang mewakili pekerjaan nyata, misalnya: prospek masuk dari situs, ditugaskan ke sales, dibuatkan penawaran, disetujui atasan, menjadi pesanan, lalu ditagih. Jalankan dari awal sampai akhir, bukan per layar.
Yang menguji adalah pengguna, bukan tim proyek
Orang yang akan memakai sistem setiap hari menemukan masalah yang tidak terpikirkan oleh perancangnya. Sediakan waktu khusus untuk mereka, bukan menyelipkannya di sela pekerjaan.
Pakai data yang menyerupai kenyataan
Nama pelanggan asli yang sudah disamarkan, angka yang wajar, dan kasus aneh yang benar-benar pernah terjadi, misalnya pelanggan dengan dua alamat penagihan. Kasus aneh inilah yang biasanya merontokkan konfigurasi.
Catat temuan dengan tiga tingkat
- Penghalang: tidak bisa go-live sebelum diperbaiki.
- Mengganggu: bisa diperbaiki pada minggu pertama.
- Permintaan baru: masuk daftar tahap berikutnya, bukan ditambal menjelang peluncuran.
Pemisahan ini mencegah proyek tertunda oleh permintaan yang sebenarnya bukan masalah.
Jangan uji sendirian di akhir
Uji per bagian begitu bagian itu selesai. Menumpuk semua pengujian di minggu terakhir membuat semua temuan menjadi darurat.
Tutup dengan persetujuan tertulis
Satu halaman yang menyatakan skenario mana yang lulus dan temuan mana yang ditunda. Ini melindungi kedua pihak. Lihat 90 hari pertama setelah go-live.
