Integrasi Native, iPaaS atau API Kustom: Memilih Jalur yang Tepat
Setiap proyek integrasi punya tiga pilihan, dan memilih yang salah biasanya baru terasa setahun kemudian.
Tiga jalur
Integrasi bawaan. Sambungan resmi antar aplikasi, biasanya paling cepat dipasang dan paling murah dirawat. Keterbatasannya adalah apa adanya: bila tidak mendukung kebutuhan Anda, tidak bisa dipaksa.
Platform penghubung (iPaaS). Alat yang menyambungkan banyak aplikasi dengan alur visual. Fleksibel dan cepat dibangun, berbiaya langganan, dan perlu dipantau karena kegagalan sering terjadi diam-diam.
API kustom. Kode yang ditulis khusus. Paling fleksibel, paling mahal dibangun dan dirawat, dan membutuhkan orang yang memeliharanya.
Cara memilih
- Mulai dari kebutuhan data: apa yang berpindah, ke arah mana, seberapa sering, dan apa yang terjadi bila gagal.
- Pakai integrasi bawaan bila memenuhi kebutuhan, meski tidak sempurna.
- Pakai iPaaS bila alurnya bercabang dan sering berubah.
- Pakai kode kustom hanya bila volume besar, logikanya rumit, atau tidak ada pilihan lain.
Yang sering dilupakan
- Penanganan kegagalan. Siapa yang tahu bila sinkronisasi berhenti semalam?
- Data ganda. Sambungan dua arah tanpa aturan pemenang menciptakan data yang saling menimpa.
- Batas pemakaian API pada volume tinggi.
- Kepemilikan. Siapa yang memelihara setelah pembuatnya pergi.
Mulai dari satu aliran
Bangun satu aliran data, jalankan sebulan, lihat kegagalannya, baru tambah yang berikutnya. Lihat layanan integrasi dan Zoho Creator.
